Ibu
Ibu,
Mengenangmu adalah…
Bagai membentangkan rona jingga senja
Dipelupuk mataku
Aku ingat,
kalau malam Ibu sering bilang,
“nak …pijiti ibu ya …
badan ibu pegal sekali,
serasa tulang ibu mau copot semuanya.”
Ahh …ibu…
Kau selalu rela libas tubuh rentamu
Berletih-letih bekerja di usia tuamu
Demi tebusan masa depan buah hatimu
Ibu,
Diantara kerdil baktiku untukmu
Izinkan kucium punggung tanganmu
Agar bisa kurasakan usap belai telapak tanganmu
Di atas rambutku
Berharap bisa rasakan lagi
rengkuh damai dan peluk cintamu
diantara lantunan
do’a panjangmu digelap malam
untuk semua anak-anakmu
(dari seorang kawan)
Advertisement
