Ibu

Ibu,
Mengenangmu adalah…
Bagai membentangkan rona jingga senja
Dipelupuk mataku

Aku ingat,
kalau malam Ibu sering bilang,
“nak …pijiti ibu ya …
badan ibu pegal sekali,
serasa tulang ibu mau copot semuanya.”

Ahh …ibu…
Kau selalu rela libas tubuh rentamu
Berletih-letih bekerja di usia tuamu
Demi tebusan masa depan buah hatimu

Ibu,
Diantara kerdil baktiku untukmu
Izinkan kucium punggung tanganmu
Agar bisa kurasakan usap belai telapak tanganmu
Di atas rambutku

Berharap bisa rasakan lagi
rengkuh damai dan peluk cintamu
diantara lantunan
do’a panjangmu digelap malam
untuk semua anak-anakmu

 

(dari seorang kawan) 

Advertisement

~ by masshodiq on July 3, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.